Jakarta, 4 Juli 2018
Dampak sesorang yang mengalami kecanduan terhadap video atau permainan berbasis internet (game online) sangat besar. Seseorang yang mengalami adiksi, disamping mengalami keluhan secara fisik juga mengalami perubahan struktur dan fungsi otak.
Struktur dan fungsi otak mengalami perubahan. Jadi, kalau kita lihat otaknya pake MRI, ada perubahan dibagian otk pre-frontal cortex
Gangguan pada bagian otak tersebyt mengakibatkan orang yang mengalami suatu ketergantungan atau kecanduan kehilangan beberapa kemampuan/fungsi otaknya, antara lain fungsi atensi (memusatkan perhatian terhadap suatu hal), fungsi eksekutif (merencanakan dan melakukan tindakan) dan fungai inhibsi (kemampuan untuk membatasi).
Adanya perubahan otak membuat dirinya sulit mengendalikan perilaku impulsive. Sering bilang udah bosen main (game) tapi gak bisa berhenti. Karena memang otaknya sudah berubah, fungsi otak berfungsi untuk menahan perilaku untuk tidak impulsive itu sudah terganggu. Padahal dia sendiri sudah tidak menikmati, tapi tidak bisa berhenti karena kehilangan kontrol tadi
Salah satu contohnya adalah dikarenakan terbiasa untuk mendapat reward cepat seperti yang didapatkan pada saat bermain game, mereka menjadi susah menunda keinginan.
Misalnya lapar dia meminta makan harus saat itu ada makanan, marah saat ada delay
Selain berperilaku impulsive, biasanya orang yang kecanduan video/game online kehilangan fokus saat mengerjakan sesuatu sehingga berdampak pada prestasi dan produktivitasnya. Emosi yang tidak stabil juga seringkali berdampak buruk pada huhungan relasinya. Sehingga sebagian besar para pecandu video/game online menunjukkan sikap yang anti sosial.
Sementara itu, dari sisi kesehatan, seringkali mengalami gangguan tidur sehingga mempengaruhi sistem metabolisme tubuhnya, sering merasa lelah (fatigue syndrome), kaku leher dan otot, hingga Karpal Turner Syndrome. Selain itu, kecendrungan sedentary life dan memprioritaskan bermain game dibandingkan aktifitas utama lainnya (misalnya makan), membuat para pecandu game online mengalami dehidrasi, kurus atau bahkan sebaliknya (obesitas) dan beresiko menderita penyakit menular (misalnya penyakit jantung)
Dalam kasus kasus tertentu (kecanduan judi online) dampak kerugian ekonomi juga cukup besar.
WHO telah menetapkan kecanduan game online atau game disorder ke dalam bersi terbaru International Statistical Classification of Diseases (ICD) sebagai penyakit gangguan mental (mental disorder). Dalam versi terbaru ICD-11, WHO menyebut bahwa kecanduan merupakan disorders due to addictive behavior atau gangguan yang disebabkan oleh kebiasaan/kecanduan
Sesorang dikatakan online/video gaming disoarde bila memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, yaitu adanha perilaku berpola dengan karakteristik sebagai berikut: 1) Ada gangguan kontrol untuk melakukan permainan tersebut (tidak dapat mengendalikan diri); 2) Lebih memprioritaskan memainkan permainan tersebut dibandingkan dengan aktivitas yang harusnya lebih diutamakan; 3) Intensitasnya semakin meningkat dan berkelanjutan meskipun ada konsekuensinya atau dampak negatif yang dirasakan; 4) Perilsku berpola tersebut menyebabkan gangguan yang bermakna pada fungsi pribadi, Keluarga, sosial, pendidikan dan area penting lainnya; serta 5) pola tersebut sudah berlangsung selama 12 bulan
No comments:
Post a Comment